Oleh: pksalas | November 18, 2008

Perubahan

Landasan pembangunan versi PKS ini selanjutnya akan didetailkan pada 2010 dalam buku Grand Design Indonesia Baru 2025.

 

 

Faktor penting dalam membuat perubahan adalah direction of change (arah perubahan), agent of change (pelaku perubahan) dan engine of change (mesin perubahan). PKS selalu memperhatikan ketiga hal ini.

Yang dicita-citakan oleh PKS memang bukan sekadar menang pemilu atau pilkada, tapi cita-cita kebangsaan, yakni masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Atau Indonesia ke depan adalah religious civilize society (masyarakat yang berperadaban materi yang tinggi tapi relijius).

 

Negara-negara maju memang secara moral sosial bagus: kebiasaan antri, korupsi minim, etos kerja tinggi, dll. Tapi gagal dalam moral ritual dan moral susila. Ini keduanya adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja. Indonesia yang diinginkan PKS tidak seperti itu.

 

Masalah kepemimpinan juga sangat diperhatikan dalam platform. PKS menginginkan bahwa ke depan kepemimpinan nasional adalah kepemimpinan historis: kepemimpinan karena pergulatan dengan realita dan matang, bukan kepemimpinan mitos.

 

Pemimpin mitos adalah pemimpin karena ‘darah Biru’, baik karena darah biru proklamator, darah biru pendiri ormas terbesar, dan ‘darah biru’ militer.

  
Billahi taufiq wal hidayah, walafwaminkum,..

Wassalamua’alaikum.

Abu Hanin

 

Oleh: pksalas | September 17, 2008

Zakat Dapat Mengurangi Pajak

MEDIA INDONESIA, Rabu, 17 September 2008 01:30 WIB

Didin Hafidhuddin:
 
Zakat Dapat Mengurangi Pajak, seperti di Malaysia
Penulis : Dwi Tupani
 
JAKARTA–MI: Siapa tak miris melihat para mustahik (penerima zakat, red) berdesak-desakan rebutan zakat sehingga menewaskan  21 orang di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (16/9).  Karena itu, perlu dilakukan upaya agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.  ”Insiden Pasuruan seharusnya menjadi pelajaran terakhir,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidhuddin saat dihubungi Dwi Tupani dari Media Indonesia, Selasa (16/9).Mantan Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIK) Bogor, Jawa Barat ini mengeluarkan jurus, yakni melalui amil zakat (lembaga penghimpun zakat).  ”Lembaga Amil Zakat tidak sekedar membagikan zakat senilai Rp30 ribu per orang. Tetapi amil zakat akan memberikan modal kepada para mustahik untuk bisa berkembang,” ujarnya.  Sebab, kata Didin, pada zaman nabi dulu zakat ditujukan untuk memberikan kail, bukan ikan. ”Inilah zakat yang mensejahterakan,” ungkapnya. Berikut petikan wawancara selengkapnya:Bagaimana Anda menanggapi insiden zakat di Pasuruan?

Insiden Pasuruan seharusnya menjadi pelajaran yang terakhir yang terjadi. Bahwa sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, yang namanya zakat tidak baik disalurkan langsung dari muzaqi (pemberi zakat) ke mustahik (penerima zakat). Tetapi justru melalui Amil Zakat yang memang tugasnya menyalurkan zakat. Sebab, zakat itu tujuannya bukan memberi makan untuk 1-2 hari, tetapi untuk mensejahterakan.

Apakah penyaluran zakat secara pribadi, dan  akhirnya terjadi insiden, justru jatuhnya menjadi haram?

Mungkin niatnya yang mulia memberikan zakat kepada orang miskin, tapi cara (pemberiannya) juga harus mulia dan bermartabat. Dalam hal ini bukan ibadahnya menjadi haram, tetapi caranya kurang bermartabat pameran kemiskinan sudah bukan waktunya lagi. Zakat di sini bukan lagi bertujuan mensejahterakan.

Mengapa tidak mensejahterakan?

Karena para mustahik dipamerkan, dikumpulkan untuk mendapatkan dana hanya sejumlah Rp30 ribu. Kan kurang baik,  zakat seakan hanya menggugurkan kewajiban untuk membantu yang miskin tapi caranya tidak bermartabat. Padahal sekali lagi saya tekankan, tujuan zakat adalah mengeliminir masalah kemiskinan, dan mensejahterakan masyarkat.

Apa sebenarnya maksud zakat untuk mensejahterakan?

Ya, zakat dapat mensejahterakan itu artinya kompleks. Membuat masyarakat sejahtera karena zakat tidak bisa dilakukan individu tetapi harus secara kelembagaan. Contohnya adalah badan amil zakat, yang tugasnya seharusnya didukung oleh pemerintah agar bisa melakukan tugasnya dengan baik. Pemerintah harus memberi contoh bahwa mereka memberikan zakat melalui amil zakat, bupati menyalurkan zakat lewat Bazda, Gubernur melalui Bazda provinsi. Jika Amil-amil yang amanah, Insya Allah mampu mengatasi masalah tersebut

Jadi zakat yang disalurkan melalui amil akan mensejahterakan? Bagaimana caranya?

Lembaga Amil Zakat, tentu tidak akan sekedar membagikan sakat senilai misalnya Rp30 ribu, atau Rp50 ribu per orang. Tetapi Amil zakat akan memberikan modal kepada para mustahik untuk bisa berkembang. Pada zaman Nabi dulu kan zakat ditujukan untuk memberikan kail, bukan memberikan ikan, nantinya si mustahik akan mengembangkan zakatnya.

Apakah amil zakat di Indonesia sudah melakukan hal tersebut?

Saat ini arahnya sudah ke sana, kami akan menetapkan standar tujuan Badan Amil Zakat itu untuk mensejahterakan rakyat dengan cara memberikan modal untuk dikembangkan. Contohnya adalah di Tangerang ada penjahit yang punya kemampunan menjahit, tapi tak punya modal. Baznas memberikan mesin jahit, dan dia bisa berkembang. Bantuan yang sudah diberikan bisa dikembalikan, karena prinsipnya untuk pendidikan.

Tapi mengapa belum ada sosialisasi memadai tentang tujuan dan fungsi Baznas tersebut?

Jika tidak ada insiden di Pasuruan, mungkin tidak akan ada yang peduli tentang pentingnya penyaluran zakat. Sejauh ini Baznas telah menerapkan penggunakan zakat untuk membangun. Misalnya membangun rumah sehat, ataupun rumah sakit gratis di Jogja, dan NAD.

Lalu bagaimana perkembangan RUU Zakat?

Ya, masing-masing pihak baik Pemerintah melalui Depag, Baznas, dan DPR sudah menyusun draf RUU Zakat sebagai revisi UU Zakat tahun 1959. Usulannya sudah kongkret kok, dan saat ini sudah masuk ke Badan legislasi (Baleg) DPR. Tetapi memang wallahu ‘alam kapan waktu pembahasannya. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai karena tahun depan, semua pihak pasti fokus ke politik

Poin apa yang paling penting dalam RUU tersebut?

Pertama, tentang struktur organisasi Baznas dari tingkat nasional hingga daerah. Lalu adanya pihak yang berperan menjadi pengawas kegiatan Baznas. tetapi sampai saat ini belum final siapa yang akan menjadi regulator, dan siapa yang menjadi pengawas. Poin yang juga penting adalah bagaimana membuat zakat dapat mengurangi pajak. Seperti yang telah dilakukan di Malaysia sejak tahun 2001, luar biasa hasilnya. (DW/X-4)

 

 

 

Zakat Harus Dikelola Negara

By Republika Contributor
Selasa, 15 Juli 2008 pukul 19:37:00

 

Hindari Kericuhan, Diimbau Berzakat Melalui Badan AmilJAKARTA– Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof Didin Hafidhuddin mengimbau masyarakat menyalurkan zakatnya melalui badan penghimpun (amil) zakat yang ada, menyusul musibah yang terjadi pada kegiatan pembagian zakat di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hal itu dilakukan untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menyebabkan 21 orang meninggal dunia karena berdesak-desakan itu. Ini terjadi karena para ‘muzakki’ (pemberi zakat, red) selalu ingin secara langsung menyalurkan zakatnya kepada ‘mustahiq’,” katanya di Jakarta, Selasa (16/9).

Padahal, dia menjelaskan, menurut petunjuk Alquran dalam surat At-Taubah:60-63 dan beberapa hadis nabi menyebutkan, zakat seharusnya disalurkan melalui amil zakat yang amanah dan profesional. “Karena zakat bukanlah untuk memberi makan sehari atau dua hari, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan fakir miskin secara berkesinambungan. Lain dengan infaq,” katanya.

Lagi pula, katanya, saat ini sudah banyak lembaga amil zakat profesional yang sudah mendapatkan akreditasi dari pemerintah dan bisa dipercaya untuk menyalurkan zakat dari masyarakat pemberi zakat (muzakki) kepada fakir miskin yang membutuhkan zakat (mustahiq).

Pemerintah, melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001, pun telah membentuk Baznas untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqoh secara nasional. Sejak pembentukannya, kata Didin, Baznas terus berusaha menjadi lembaga amil zakat profesional dan terpercaya.
Lembaga amil zakat ini selalu diaudit oleh akuntan publik dan selama lima tahun terakhir neraca keuangannya dalam keadaan wajar. Manajemen Baznas juga telah menerapkan standar ISO 9001-2000.

 

“Setiap tahun, zakat yang terhimpun di Baznas pusat sekitar Rp30 miliar. Dana ini digunakan untuk berbagai program termasuk pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana dan pemberdayaan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Baznas Emmy Hamidiyah.

Badan-badan amil lain yang sudah diakreditasi pemerintah pun, menurut dia, selama ini sudah menjalankan tugasnya secara baik dan profesional sehingga para pemberi zakat bisa dengan tenang menyalurkan zakatnya kepada penerima
zakat melalui badan-badan tersebut.
Didin mengakui, hingga kini masih banyak pembayar zakat yang menyerahkan sendiri zakatnya kepada fakir miskin
yang membutuhkan. Namun, menurut dia, hal itu terjadi bukan karena masyarakat belum mempercayai profesionalitas kinerja badan-badan amil zakat yang ada.

 

“Saya yakin ini bukan karena masyarakat tidak percaya, hanya kurang sosialisasi saja sehingga mereka tidak tahu kemana menyalurkan zakatnya,” katanya.

Oleh karena itu, kata Didin, pihaknya mengintensifkan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang keberadaan dan kinerja badan-badan amil zakat. Sosialisasi antara lain telah dilakukan melalui media cetak dan elektronik.

“Tapi memang masih terbatas. Kami sudah melakukan pendekatan ke pengelola stasiun televisi supaya mereka bisa menayangkan imbauan berzakat melalui badan amil dalam ‘running’ teks,” demikian Didin Hafidhuddin. (ant/ri)

Foto: dok republika

 

 

Oleh: pksalas | September 5, 2008

CAD Pusat Mendapat Pembekalan

Kamis, 04/09/2008 14:27:43 | 507 hit

Pemilu 2009

CAD Pusat Mendapat Pembekalan

Calon Anggota Dewan Pusat PKS mendapatkan materi pembekalan di Auditorium komplek Bidakara, kemarin (3/9). Ketua Majlis Syuro, KH. Hilmi Aminudin, menyampaikan materi pembuka yang dilanjutkan dengan pembacaan Baiat Amal (sumpah) yang diikuti oleh seluruh CAD sebelum mereka terpilih sebagai Anggota Dewan. Selanjutnya, Presiden PKS, Ketua MPP, dan Ketua DSP turut menyampaikan pembekalan hingga ditutup dengan buka puasa bersama.

 

Ketua Majlis Syuro, KH Hilmi Aminudin menyampaikan pengarahan, didampingi oleh Ketua MPP, Presiden PKS, dan Ketua DSP.

Berfoto bersama usai pembacaan bai’at amal

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR. Hidayat Nur Wahid dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. Adhyaksa Dault, SH.,M.Si.

Ketua DPP bidang Ekuintek, DR. Mohammad Sohibul Iman ketika mejelaskan tentang Platform PKS.

Presiden PKS, Tifatul Sembiring sedang berdiskusi dengan CAD PKS, Adang Daradjatun.

Oleh: pksalas | September 5, 2008

Caleg PKS Tidak Rebutan Nomor Urut

Kamis, 04/09/2008 21:26:52 | 655 hit |

Caleg PKS Tidak Rebutan Nomor Urut

Satu hal penting lain yang mengemuka dari Acara tersebut adalah bahwa di PKS tidak ada caleg yang mengajukan diri tetapi semua adalah penujukan oleh syuro.

 

PK-Sejahtera Online: Berbeda dengan caleg umumnya partai Politik yang gontok-gomtokan memperebutkan nomor urut, Para Caleg di PKS justru saling mempersilakan untuk menjadi Nomor Jadi. Bahkan ada yang minta ditempatkan dinomor terakhir.

Demikian beberapa poin yang disampaikan oleh Manager Pemenangan Pemilu DPW Riau DAPIL Bengkalis-Dumai Mahdnur AMD ketika memimpin pengambilan IKRAR Calon Anggota DPRD Dapil Mandau dan PINGGIR.

Sekitar 600 kader, simpartisan PKS dan Tokoh Masyarakat di Duri pada hari Ahad, 31 Aug 2008 kemarin memadati Aula SD Pokok Jengkol untuk menghadiri Launching anggota legislatif PKS untuk daerah pemilihan Mandau dan Pinggir

Hadir dalam kegiatan tersebut banyak Tokoh Masyarakat diantaranya H. Iskandar dan H. Ahmad Tuah Pimpinan dan Penasehat LAMR Kec. Mandau. H. Mahyunir dan juga H. Iwan Munir tampak diantara undangan.

Satu hal penting lain yang mengemuka dari Acara tersebut adalah bahwa di PKS tidak ada caleg yang mengajukan diri tetapi semua adalah penujukan oleh syuro yang direpresentasikan oleh Tim Penjaringan Caleg yang di sebut Tim Jaring Mutiara Daerah. Selain itu ternyata sampai saat ini tidak ada satu sen pun yang diminta oleh Partai kepada para Caleg untuk menghindari orientasi yang salah dari para caleg.

Oleh: pksalas | September 5, 2008

Hidup Partai Jujur

Kamis, 04/09/2008 21:11:24 | 680 hit

Hidup Partai Jujur

“Hidup partai jujur”, kata sang sopir setelah menerima stiker yang diberikan salah seorang kader PKS.

 

PK-Sejahtera Online: Setidaknya itulah ungkapan spontan dari salah seorang sopir angkot jurusan Sadangserang – Stasiun Hall ketika berpapasan dengan rombongan jalan sehat DPD PKS Kota Bandung di jalan Citarum. “Hidup partai jujur”, kata sang sopir setelah menerima stiker yang diberikan salah seorang kader PKS. Kemudian secara spontan juga salah seorang kader PKS menjawab dengan “Amin”.

Dipenghujung bulan Agustus sekitar lima ribu kader dan simpatisan PKS Kota Bandung mengikuti kegiatan jalan sehat dan sosialisasi para calon anggota dewan (CAD) dari DPD PKS Kota Bandung di lapangan Ciujung jalan Supratman Kota Bandung.

Kegiatan ini merupakan ajang silaturahim bagi kader PKS dan masyarakat setelah berjuang sekuat tenaga dalam Pilwalkot Bandung. Acara ini juga sebagai sarana pengenalan calon anggota dewan dari level DPRRI, DPRD Propinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Bandung yang berasal dari pemilihan Kota Bandung, kata ketua DPD PKS Kota Bandung Haru Suandharu SSi, MSi.

Dalam sambutannya lebih lanjut Haru menyatakan bahwa penetapan calon CAD adalah semata-mata penugasan bukan karena penghargaan atau yang lainnya. Mereka yang terpilih menjadi caleg harus siap meninggalkan pekerjaannya jika ia nanti terpilih menjadi anggota dewan, kemudian berkhidmat semata-mata untuk pelayanan masyarakat.

Acara yang dihadiri oleh kader dan simpatisan serta tujuh puluh enam CAD dari tingkat Kota Bandung, DPRRI, Propinsi Jawa Barat yang berasal dari daerah pemilihan Kota Bandung ini berlangsung khidmat ditengah terik matahari yang menyengat.

CAD DPR RI dari pemilihan Kota Bandung dan Cimahi, Suharna Surapranata dan Ledia Hanifa menyatakan optimisnya Kota Bandung dan Cimahi mampu memenangkan Pemilu 2009. Bahkan target yang telah diamanahkan dalam Musda I DPD PKS Kota Banadung sebesar 52 persen. (pks kota bandung)

Oleh: pksalas | September 5, 2008

Ratusan CAD PKS Disumpah Anti Korupsi

Kamis, 04/09/2008 14:56:00 | 438 hit | Versi Cetak | http://pk-sejahtera.org/v2?isi.php?id=5810“>Email ke Rekan

Ratusan CAD PKS Disumpah Anti Korupsi

“Menghindari pendapatan yang haram maupun syubhat. Tidak melakukan korupsi dan hal yang merugikan rakyat serta selalu biasa hidup sederhana,” ujar Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin yang kemudian diikuti oleh para kader PKS yang hadir.

 

Jakarta – PKS tampaknya benar-benar ingin mewujudkan slogan partainya ‘bersih dan peduli’. Salah satu langkahnya adalah melakukan bai’at (sumpah) kepada ratusan caleg nasionalnya untuk tidak melakukan korupsi.

“Menghindari pendapatan yang haram maupun syubhat. Tidak melakukan korupsi dan hal yang merugikan rakyat serta selalu biasa hidup sederhana,” ujar Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin yang kemudian diikuti oleh para kader PKS yang hadir.

Hal itu disampaikan dia pada acara Pembekalan Caleg Nasional PKS di Komplek Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2008). Ada enam poin bai’at yang diucapkan oleh para caleg nasional tersebut.

Pertama, berjuang menggunakan segenap kemampuan moril dan materil untuk kemenangan dan kemaslahatan umat. Kedua, menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah dan politik. Ketiga, menaati semua kebijakan partai dalam suka dan duka.

Keempat memperjuangkan aspirasi rakyat dan kemaslahatan bangsa dengan penuh amanah, bersih, peduli, profesional dan berpedoman pada aturan yang berlaku. Kelima, menjaga integritas moral dan kehormatan diri dan citra partai. Keenam, tidak mengambil pendapatan yang haram maupun syubhat dan tidak melakukan korupsi.

Sebelum pembacaan bai’at selesai, Hilmi menyampaikan konsekuensi dari bai’at tersebut. “Apabila saya tidak memenuhi bai’at maka saya siap menerima sanksi apapun yang ditetapkan partai,” pungkas Hilmi yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.(ddt/nik)

 

Sumber: DetikCom

Oleh: pksalas | September 5, 2008

Anis Matta: Politik Untuk Kemanusiaan

Kamis, 04/09/2008 12:31:50 | 1.079 hit | Versi Cetak | Email ke Rekan

Anis Matta: Politik Untuk Kemanusiaan

“agama kita mengajarkan bagaimana kepedulian itu dilaksanakan, dengan mulai mempedulikan orang-orang yang terdekat dengan kita. Ini juga sekaligus untuk kembali menegaskan bahwa politik kita adalah untuk kemanusiaan”, Tutup anggota DPR Komisi XI ini.

 

Politik PKS adalah Untuk Kemanusiaan.”PKS ingin mempelopori perubahan wajah politik di dunia ini, karena wajah kekuasaan dalam politik sudah terlalu kental. Politik terlalu dipersepsi sebagai semata-mata cara untuk merebut kekuasaan, padahal seharusnya politik adalah untuk cita-cita mulia dan kemanusiaan”. Demikian pernyataan sekjen DPP PKS Anis Matta, alam acara peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Medan sumatera Selatan, senin (1/9).

Menurut Anis, sejak awal PKS menonjolkan ide dalam kampanye, bukan karena PKS tidak memiliki tokoh, tetapi karena PKS menganggap bahwa ide lebih penting untuk dipahami oleh pemilih. Itu juga sebabnya PKS tidak terlalu sibuk merekrut artis. “Sebab kampanye yang sudah di mulai ini seharusnya mencerdaskan pemilih dengan ide bukan mengelabuinya dengan semata-mata menonton para artis”. Demikian tambah ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS itu di depan ratusan tokoh dan pengurus PKS Sumatera Utara.

Tentang Gerakan  Peduli Tetangga yang baru diluncurkan ini, Anis mengatakan bahwa gerakan peduli tetangga ini adalah dalam rangka mengaktualisasi makna riil dari kepedulian sosial. “agama kita mengajarkan bagaimana kepedulian itu dilaksanakan, dengan mulai mempedulikan orang-orang  yang terdekat dengan kita. Ini juga sekaligus untuk kembali menegaskan bahwa politik kita adalah untuk kemanusiaan”, Tutup anggota DPR Komisi XI ini.

 

 

DPP PKS Siapkan 1 Unit Mobil Layanan Masyarakat Tiap DPD

Posted: 03 Sep 2008 05:40 PM CDT

Jakarta – Banyak cara dilakukan PKS dalam menarik dukungan di Pemilu 2009. Di antaranya, melalui program Gerakan Nasional Peduli Tetangga dan pelayanan kesehatan.
“Ini memberikan pelayanan apa saja kepada masayarakat. Baik itu mengantarkan jenazah dan layanan kesehatan. Termasuk orang kawinan,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS Anis Matta, di sela-sela acara ‘Pembekalan Nasional Calon Anggota Dewan PKS 2009-2014’, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (3/9).


Anis menyatakan, kampanye pelayanan kesehatan diharapkan akan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Untuk itu, PKS akan menempatkan sebuah mobil layanan untuk satu kabupaten.

Total mobil yang diberikan DPP ke DPW PKS di seluruh Indonesia, menurutnya berjumlah 467 mobil pelayanan masyarakat. “Kita mendesain programnya di pusat, dan di daerah yang mengeksekusi dengan sumber daya mereka,” jelas Anis. [R2]

“Target kami adalah memberi pelayanan langsung kepada masyarakat dan alhamdulillah
DPP sedang mendalami proses pengadaan satu unit mobil pelayanan masyarakat di setiap
kabupaten,” ujar ketua tim pemenangan pemilu nasional DPP PKS Anis Matta.

Menurut Anis, DPP PKS akan memberikan bantuan untuk DP sebesar Rp 50 juta dan untuk
cicilannya dibayar oleh tiap DPD PKS masing-masing. “Kita bantu dp-nya mereka bayar cicilannya,” kata Anis.

Anis menjelaskan, tujuan pengadaan mobil ini selain untuk pelayanan langsung bagi masyarakat juga agar tidak terkesan membuang-buang uang. “Kita ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tidak kampanye jor-joran, mubazir dan sia-sia,” ungkapnya.

“Untuk pelayanan umum mulai dari mengantarkan jenazah, pelayanan kesehatan, apa
saja, termasuk mengantarkan orang ke kawinan,” lanjut Anis.

Sementara itu Anis juga menjelaskan untuk kampanye ide-ide akan lebih ditujukan
kepada masyarakat untuk dijadikan pembelajaran terhadap politik. “Kami jadikan pemilu ini sebagai momentum pendidikan politik yang dapat mencerdaskan masyarakat,” pungkasnya.

sumber: inilah.com, detik.com

Oleh: pksalas | September 4, 2008

Majelis Syuro: 5 W Syarat Kemenangan PKS

Majelis Syuro: 5 W Syarat Kemenangan PKS

Posted: 03 Sep 2008 05:30 PM CDT

JAKARTA – Untuk memperoleh kemenangan pada Pemilu 2009, PKS menetapkan adanya rumus 5 W. Tanpa rumus ini, posisi kemenangan PKS pada pemilu dinilai akan lemah.
5 W yang dimaksud, menurut Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin adalah bahwa setiap calon anggota legislatif PKS wajib memiliki memiliki winning value, winning concept, winning system, winning team, dan winning goal.
“Tanpa adanya 5 W atau tidak terpenuhinya syarat-syarat 5 W, maka ikhtiar kita bagi datangnya kemenangan sangat lemah,” ujarnya, dalam ‘Pembekalan Nasional Calon Anggota Dewan Legislatif PKS 2009-2014’, di Hotel Bidakara, Rabu (3/9).


Dalam konteks 5W, lanjutnya, akan menjadi jelas posisi platform kebijakan PKS. Platform ini akan menjadi motivasi dan penggerak utama kegiatan partai. “Semua aset dakwah PKS di semua sektor kehidupan dapat digunakan dan diberdayakan,” kata Hilmi.

Platform, menurutnya, merupakan cara pandang institusi dakwah terhadap negara serta wahana dari ideologi partai. Karena platform merupakan sekumpula nilai, masing-masing kader akan bertindak sebagai dai, agar dapat mehami gerak langkah, sikap, dan arah institusi PKS.

“Dengan pembekalan hari ini akan menjadi faktor perekat dan pemersatu untuk mendorong bangsa ini terbebas dari korupsi serta memperkokoh NKRI,” kata Hilmi. [R2]

sumber: inilah.com

Bayan DSP PKS Tentang Seruan Optimalisasi Ibadah Ramadhan

Lambang Partai Keadilan Sejahtera DEWAN SYARIAH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F, Jakarta 12720, Indonesia
Telp.: 021-7995425, Fax.: 021-7995433, www.dsp-pks.org


BAYAN
DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

NOMOR : 18/B/K/DSP-PKS/1429
TENTANG
SERUAN OPTIMALISASI  IBADAH  RAMADHAN

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin wa sholatu wassalaamu ‘ala sayyidinaa muhammadin sayyidilmursaliina wa ‘imaama wa imaamilmuttaqiina wa qoo’idil jaahidiina wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa man tabi’ahu bi’ihsaanin ‘ila yaumiddiin (’amaa ba’du).

Faqoolallohu ta’aala: “Yaayyuhalladzina ‘amanuu kutiba ‘alaykumushshiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qoblikum la’allakum tattaquun.”

Bulan Suci Ramadhan kembali datang menyambut orang-orang beriman untuk menaiki tangga ketaqwaan dan meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, syetan dan musuh-musuh Islam sehingga mengantarkan umat Islam meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat.

Bulan Ramadhan datang pada saat orang-orang beriman sangat membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Kondisi inilah yang dihadapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia umat Islam masih dihadapkan pada krisis berat dari semua sisi kehidupan. Sedangkan di belahan dunia Islam lainnya, kondisi mereka tidak lebih baik dari Indonesia. Para da’i di Mesir, Al-Jazair, Tunisia, Pakistan dan lainnya masih banyak yang berada di dalam penjara. Sementara umat Islam di Irak dan Afghanistan menjadi sasaran tembak penjajah Amerika Serikat dan sekutunya. Adapun umat umat Islam di Barat dan wilayah minoritas masih menghadapi problem diskriminasi dan tuduhan teroris. Umat Islam di daerah minoritas semakin tertindas dan di daerah mayoritas tidak dapat bebas melaksanakan Syari’ah Islam.

Di Palestina, jantung dunia Islam, umat Islam semakin merana. Pembantaian bangsa Yahudi Zionis atas Umat Islam Palestina tidak kunjung mereda. Hampir setiap hari senantiasa ada darah yang tertumpah di bumi Palestina. Korban berjatuhan dari kalangan wanita, anak-anak, orang-orang tua yang tak berdosa. Boikot yang dihadapi mereka di Gaza adalah bentuk penjajahan gaya baru yang di motori Zionis Yahudi dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya. Sementara Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam, tanah suci para nabi dan tempat Isra Rasulullah saw. terancam bahaya.

Dalam suasana seperti ini, harapan itu masih ada. Ramadhan datang untuk memberikan motivasi, semangat dan harapan baru bagi orang-orang beriman untuk keluar dari berbagai permasalah yang dihadapinya. Motivasi dan semangat untuk meraih ketaqwaan. Karena, ketaqwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional. Ketaqwaan pada tinggkat pribadi, keluarga dan masyarakat akan menyingkap segala kesulitan, krisis dan musibah menjadi kebaikan, rahmat dan keberkahan.

Di antara sarana yang paling efektif untuk merealisir dan membina ketaqwaan, yaitu dengan cara berpuasa. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus. Melatih diri untuk menjaga pola hidup bersih. Bersih hati dan batin dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Bersih dari harta yang haram, seperti riba (bunga), korupsi, manipulasi dan mencuri. Bersih lahir dan lingkungan dari berbagai macam kotoran. Kebersihan harus menjadi komitmen orang-orang beriman baik dalam sekala individu, keluarga, masyarakat maupun umat secara keseluruhan.

Krisis yang menimpa manusia berawal dari ketidakberdayaan manusia untuk menahan diri dari larangan Allah, kemudian jatuh pada larangan tersebut. Sehingga, solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia agar bertaqwa. Orang-orang bertaqwa memiliki dua kekuatan, kekuatan motivasi (quwwatul indifaa’) untuk melakukan ibadah, amal shalih dan kebaikan dan kekuatan pengendalian (quwwatul imsaak) dari hal-hal yang diharamkan Allah. Dua kekuatan inilah yang menjadikan orang-orang betaqwa paling bermanfaat hidupnya di dunia. Dan dengan kekuatan inilah orang-orang bertaqwa mendapatkan kemenangan dari Allah.

Adapun solusi krisis secara vertikal dengan menegakkan Syari’ah Islam dalam diri masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut akan sangsi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah semua langkah harus ditujukan, semua pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga dikerahkan dan penyelamatan manusia dilakukan.

Marilah kita melakukan optimalisasi ibadah Ramadhan, sebagai berikut:

  1. Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang juga dirasakan oleh salafu shalih. Karena begitu banyaknya kebaikan yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan, seperti di bukannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya syetan-syetan sehingga tidak dapat leluasa menggoda manusia. Dan puncaknya adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia. Dan pada malam turunnya Al-Qur’an Allah SWT. menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.Bentuk ekspresi kerinduan dan kecintaan dilakukan dengan mempersiapkan Ramadhan secara baik. Persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.
  2. Meningkatkan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu. Bulan Ramadhan adalah syahrul ibadah dan syahrul Qur’an. Sehingga ibadah dibulan Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat, khususnya ibadah puasa, qiyamu Ramadhan dan interaksi dengan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an. Allah berfirman:

    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”
    (QS Al- Baqarah 185)

  3. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap umat Islam. Membayar zakat, memperbanyak infak, shadaqah dan memberi makan orang berpuasa. Menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim dan duafa. Dan melakukan segala bentuk ihsan yang dianjurkan Islam. Rasulullah saw. memberikan contoh terbaik dalam hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits.

    “Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan, dan paling pemurah lagi di bulan ramadhan.”
    (HR Bukhari)

  4. Mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam, khususnya dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman:

    وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
    (QS Ali ‘Imran 103)

  5. Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka dan membayar hutang. Taubat adalah sebuah sikap menyesali akan segala kesalahan, melepaskannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Dosa, maksiat dan kesalahan merupakan sebab inti dari keterpurukan dan krisis ini. Sehingga taubat adalah satu-satunya jalan untuk memulai hidup baru menuju yang lebih baik. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama bagi bangsa Indonesia untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan keberkahan Allah SWT.

    وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

    “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.’”
    (QS Hud 52)

  6. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Da’wah (Bulan Pendidikan dan Da’wah). Di antara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke-Islaman di semua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan da’wah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dan lain-lain sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.
  7. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrul Jihad wal Mujahadah. Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenannya bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Perang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara mongol, penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Thariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dan lain-lain semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

    وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”
    (QS Al-Hajj 78)

  8. Mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, dari sisi ekonomi, sosial, budaya, pemberdayaan umat dan politik. Melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar-pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam dan memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya. Memenangkan Partai Islam dan para calon pemimpin muslim baik di legislatif maupun eksekutif yang berjuang untuk kemenangan Islam.

Demikian seruan ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat beribadah dan komitmen terhadap syariah Islam sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera.

Wallohu’alam bish showaab.

Jakarta, 11 Sya’ban 1429 H
13 Agustus 2008 M

DEWAN SYARIAH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

Oleh: pksalas | September 2, 2008

8 Amanat Pemenangan Pemilu

8 Amanat Pemenangan Pemilu

Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009. 

1. Meningkatkan taqorub pada Allah dan meniatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah semua amal dalam pemenangan pemilu 2009 sebagai ibadah jihad politik.

2. Meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader da’wah sebagai sumber kekuatan syarat kemenangan.

3. Memekarkan struktur partai sampai seluruh desa agar da’wah dapat menjangkau seluruh jengkal tanah republik yang telah diamanahkan Allah sebagai media da’wah tanpa kecuali.

4. Memperbanyak silaturahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol mereka karena perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka semua.

5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta pada seluruh warga masyarakat kapan dan dimanapun menerima mereka, karena itu mendekatkan hubungan batin dengan rakyat sekaligus sedekah yang murah dan meriah.

6. Meningkatkan pelayanan pada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya karena cinta kepada rakyat harus dibuktikan dengan pelayanan yang tulus dan tidak kenal lelah.

7. Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.

8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik. (Ketua TPPN, M Anis Matta)

Oleh: pksalas | September 2, 2008

Sesendok Madu Untuk Indonesia

Oleh: pksalas | Agustus 21, 2008

Kewanitaan Sebar Sejuta Bendera Merah Putih

Kamis, 21/08/2008 10:18:26 | 43 hit | Versi Cetak | Email ke Rekan

Kewanitaan Sebar Sejuta Bendera Merah Putih

Ratusan kader perempuan PKS menyampaikan empat butir komitmen untuk tanah air Indonesia dan menyebarkan sejuta bendera merah putih di Bunderan HI, Ahad (14/8), pagi. Komitmen itu adalah dengan Menjaga keutuhan NKRI, Menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa, Menjaga kekayaan alam untuk rakyat, dan Menghormati kearifan budaya lokal.

 

PK-Sejahtera Online:

Menyanyikan lagu Indonesia Raya

 

Perempuan PKS siap berbakti

 

Kader muda PKS

 

Sejumlah artis turut serta dalam penyebaran sejuta bendera.

 

 

Pengirim: Muhammad Hilal Nugraha Update: 21/08/2008 Oleh: Muhammad Hilal Nugraha

Oleh: pksalas | Agustus 21, 2008

KORSAD Baru Untuk Pengamanan Pemilu

Rabu, 20/08/2008 10:11:11 | 1.788 hit | Versi Cetak | Email ke Rekan

KORSAD Baru Untuk Pengamanan Pemilu

 

Briefing di terik matahari

Briefing simulasi

Apel siaga

Teknik penyusupan

Tarung dengan teknik korsad

Teknik penyelamatan di air

Persiapan halang rintang

Upacara pelantikan

(rushendra, sekdept kepanduan dpp pks)

 

Pengirim: Ningsih Update: 20/08/2008 Oleh: Ningsih

Oleh: pksalas | Agustus 8, 2008

PKS Partai Pelapor Gratifikasi Terbanyak

PKS Partai Pelapor Gratifikasi Terbanyak      
Thursday, 07 August 2008 13:24

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Kehormatan (BK) DPR mengaku telah menerima 75 laporan gratifikasi menyangkut anggota DPR. Namun, BK DPR menyerahkan sepenuhnya ketentuan pengembalian gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun menyatakan, BK menyerahkan sepenuhnya kepada KPK masalah pemberian gratifikasi untuk nantinya disetor ke kas negara. Hal tersebut diutarakan Gayus di Jakarta, Selasa (15/4).

Melihat kenyataan ini, maraknya pemberian gratifikasi atau imbalan kepada anggota dewan nampaknya sesuatu yang lumrah. KPK mencatat, partai politik yang paling sering melapor soal gratifikasi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan jumlah Rp 1,9 miliar, diikuti Partai Golkar Rp 15,8 juta rupiah dan Partai Demokrasi Kebangsaan Rp 5 juta. Sementara yang belum pernah melapor sejak tahun 2006 adalah PDI Perjaungan, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat.

Salah seorang anggota Komisi IV DPR Jalaluddin Asyatibi mengaku menerima gratifikasi sebanyak Rp 55 juta saat kunjungan kerja ke Propinsi Kepulauan Riau, 11 dan 12 Desember 2007. Namun, uang gratifikasi itu sudah dikembalikan Jalaluddin ke KPK pada 7 Januari lalu.

Jalaluddin bersedia menunjukkan tanda terima penyerahan uang gratifikasi itu. Menurut pengakuan Jalaluddin, uang tersebut diberikan oleh seseorang yang tidak dikenalnya melalui dua tahap, yaitu di Ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam dan di salah satu hotel di Kepulauan Riau.

Jalaluddin yang merupakan anggota Fraksi PKS ini menolak menerima gratifikasi itu karena tidak jelas sumber dan peruntukannya. Meski menolak menyebutkan nama anggota DPR lainnya, tindakan Jalaluddin Asyatibi ini menunjukkan ada anggota DPR lain yang juga menerima gratifikasi saat berkunjung ke Bintan.

BK DPR sendiri saat ini hanya bisa mengimbau agar anggota DPR mengembalikan uang gratifikasi yang diterima kepada masing-masing pimpinan fraksi atau kepada Sekjen DPR dan sumbernya langsung.

Update terakhir (Thursda
Oleh: pksalas | Agustus 5, 2008

Daftar Caleg DPR-RI dari PKS

Daftar Caleg DPR-RI dari PKS

Selasa, 29 Juli 2008 | Pkl. 18:39:17 WIB | 202 kali dibaca

Anis Matta dan Tifatul Sembiring Jelang Pemilu 2009, Partai Keadilan Sejahtera atau yang biasa dikenal dengan PKS, merilis daftar calon legislatif (caleg) DPR-RI yang akan mewakili suara pemilih partai ini di Senayan. Suatu hal yang cukup positif agar masyarakat dapat mengenal wakilnya jauh hari sebelum masa pencoblosan dimulai.

“Beli kucing dalam karung? No way!”

Berikut salinan surat keputusan resmi selengkapnya…

Lampiran Surat Keputusan Presiden PKS
No. 019/D/SKEP/DPP- PKS/1429.

(Diprint tanggal: 13 Juni 2008)
NAD 1 (Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Banda Aceh, Nagan Raya, Simeuleu, Gayo Lues, Sabang, Aceh Tenggara, Pidie):
1. M. Nasir Djamil
2. M. Ihsan
3. Mulyani
4. M. Rizal
5. Salihin

NAD 2 (Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Lhoksumawe):
1. Raihan Iskandar
2. Andi Salahuddin
3. Suryani
4. Azhar

SUMUT 1 (Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai):
1. Tifatul Sembiring
2. M. Idris Luthfi
3. Kusuma Dewi Munthe
4. Porkas Halomoan Rangkuti
5. Suriya Aifan
6. Pinta Siregar
7. Hesti Mardiani
8. Ummi Kalsum

SUMUT 2 (Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir):
1. Iskan Qolba Lubis
2. Yusri Efendi Lubis
3. Hanni Sarihati Siregar
4. Doli Gunawansyah Harahap
5. Maratusshalihah
6. Olivia

SUMUT 3 (Asahan, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Simalungun, Pak-Pak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat):
1. Ansory Siregar
2. Hidayani Fazriah Sitompul
3. Saut Maruli Tua Saragih Munthe
4. Fitri Harahap
5. Yose Rizal Geneng
6. Annio Indah Lestari
7. Rico Marbun

SUMBAR 1 (Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang, Solok, Sawahlunto / Sijunjung, Tanah Datar, Padang Panjang):
1. Irwan Prayitno
2. Hermanto
3. Deri Permatasari
4. Syaurium Sy. Khatib
5. M. Taufik
6. Desi Asriani
7. Fuadi Yatim
8. Enita Marsa

SUMBAR 2 (Pasaman, Lima Puluh Koto, Payakumbuh, Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman, Pariaman):
1. Refrizal
2. Ferry Nur
3. Susi Yemita
4. Amrizal M Nur
5. Rusdi Muchtar
6. Hidayetti

RIAU 1 (Siak, Pekan baru, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Dumai):
1. Chairul Anwar
2. Veny Zano
3. Asih Drajad Lumintu
4. Alfaisal Jayuska

RIAU 2 (Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar):
1. Abdul Jabbar
2. Hidayat Rohim
3. Aida Malikha
4. Tyas Soekarsono Utomo

KEP. RIAU (Kepulauan Riau):
1. Herlini Amran
2. Sa’id Iqbal
3. Khusnul Inayati

SUMSEL 1 (Banyu Asin, Musi Banyu Asin, Musi Rawas, Palembang, Lubuklinggau) :
1. Musthafa Kamal
2. HM Yunus
3. Fira Arsyad
4. Abdul Malik
5. Junaedi Syahputra
6. Febriansyah
7. Hero Ekonomosa
8. Amarullah Adhi Saputra
9. Husna

SUMSEL 2 (Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulu, Pagar Alam, Prabumulih, Ogan Komering Ilir):
1. Bukhori Yusuf
2. Dewi Meryati Azka
3. M. Darocky Willynova
4. M Hermawan Ibnu Nurdin
5. Thol’at Wafa
6. M Lili Nur Aulia

JAMBI (Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, Jambi):
1. Ruly Tisna Yuliansa
2. Desi Novrianti
3. Janawir
4. Suryadi
5. Sulthan
6. Khairul Walid
7. Rina Novita
8. Nining Wilasari

BENGKULU (Bengkulu, Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Muko-Muko):
1. M Syahfan Badri Sampurno
2. Elza Septarini
3. M Yunus
4. Erniwati
5. Rida

LAMPUNG 1 (Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Tanggamus):
1. Almuzzammil Yusuf
2. Agus Nurhadi
3. Desy Eviani
4. Murdiansyah
5. Rahman Muzni
6. M Nazir Hasan
7. Abdul Kadir
8. Husna Hidayati
9. Ananto Pratikno
10. Deden Wahyudin

LAMPUNG 2 (Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulangbawang, Way Kanan, Metro, Lampung Timur):
1. Abdul Hakim
2. Kinkin Anida
3. Ari Wibowo
4. Qomaratul Kurniati
5. Agus Wibowo
6. Hilmudin Sulani
7. Siti Asma
8. Effendi Husein
9. Bambang Edin Purnomo

BABEL (Bangka, Belitung, Belitung Timur, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Pangkal Pinang):
1. Syahidil
2. Iie Sumirat
3. Silvia Emilia
4. Menkiong

BANTEN 1 (Pandeglang, Lebak):
1. Syamsu Hilal
2. Oke Setiadi
3. Lilis Mahmudah
4. Yayat Suhartono
5. Emma Ruchaemah
6. Samson Rahman
7. Muhsin Soleh

BANTEN 2 (Cilegon, Serang):
1. Zulkiflimansyah
2. Sadeli Karim
3. Tini Rahmawati
4. Zaenal Arifin
5. Eti Rusmiati
6. M Nadjib Soewarno
7. Eman Sukirman

BANTEN 3 (Tangerang):
1. Yoyoh Yusroh
2. Jazuli Juwaini
3. Warsito
4. Ahmad Aryandra
5. Indra
6. Nurul Hidayati
7. Abu Yasir Kamino
8. Nirwan Nazaruddin
9. Nurul Hurriyah
10. M Nasir Abdullah
11. Ajisman

DKI 1 (Jakarta Timur):
1. Ahmad Zainuddin
2. Rama Pratama
3. Suzy Mardiani
4. Adi Susilo
5. Agung Yulianto
6. Anis Byarwati
7. Ali Ahmadi

DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan & Luar Negeri):
1. M Sohibul Iman
2. Ahmad Faradis
3. Nursanita Nasution
4. Fitra Arsil
5. Abdul Muiz
6. Azimah Subagio
7. Evi Risnayanti
8. Abdullah Haidir

DKI 3 (Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kep. Seribu):
1. Adang Daradjatun
2. Ahmad Relyadi
3. Wirianingsih
4. Taufik Ramlan Wijaya
5. Eka Wardiyati
6. Abdul Aziz Matnur
7. Haekal Jauhari
8. Samin Barkah
9. Lilik Solihah
10. Ofiyati Sobriyah

JABAR 1 (Cimahi, Bandung):
1. Suharna Supriatna
2. Ledia Hanifa
3. Adang
4. Setiadi Yazid
5. Upik Siti Ranah
6. Saiful Islam
7. Asep Wawan
8. Arif Minardi

JABAR 2 (Bandung, Bandung Barat):
1. Ma’mur Hasanuddin
2. Dumilah Ayuningtyas
3. Husein Al Banjari
4. Joko Sarwono
5. Achmad Nuryasin
6. Neneng Fathonah
7. Agus Kusnayat
8. Zirly Noval Jamil
9. Jajang Rohana
10. Ayi Khodijah
11. M Ibrahim
12. Abdul Hadi Wijaya

JABAR 3 (Cianjur, Bogor):
1. Untung Wahono
2. Ahmad Mabruri
3. Ana Mariani Kartasasmita
4. Eki Awal Muharam
5. Jalaluddin Syatibi
6. Nenah Haryati
7. Abbas Aula
8. Occu Wiguna Juanda
9. Burdah Athori
10. Karantiano Sadasa Putra
11. Syahrul Arif

JABAR 4 (Sukabumi):
1. Yudi Widiana Adia
2. Achyar Eldin
3. Ratih Nilam Widyani
4. Budi Muhammad
5. Asep Burhanudin
6. Primanita Sukmawijaya
7. Sugeng

JABAR 5 (Bogor):
1. Sunmanjaya Rukmandis
2. M Razikun
3. Sarah Handayani
4. Ahmad Muarif
5. Sofyan Tsauri
6. Hana Rohayani
7. Rudi Rahmat
8. Taufiq Azhar
9. Rina Ningsih
10. Tubagus Agus Yusuf
11. Arfan Malik

JABAR 6 (Bekasi, Depok):
1. Mahfudz Abdurrahman
2. Musholi
3. Sitaresmi Soekanto
4. DH Al Yusni
5. Nani Handayani
6. Alamsyah Agus
7. Hanri Basel

JABAR 7 (Karawang, Bekasi):
1. Arifinto
2. Mardani
3. Dwi Septiawati
4. Aryo Judhoko
5. Najiyullah
6. Ana Rosaliani
7. RB Suryama
8. Iwan A Fuad
9. Nurul Hidayati
10. Kodar Slamet
11. Mukhayar Rustamudin
12. Laila Fauziah

JABAR 8 (Indramayu, Cirebon):
1. Mahfudz Sidik
2. Aan Rohana
3. Karyatin Subiyantoro
4. Iman Santoso
5. Bakrun Syafei
6. Sri Hana
7. Sunardi
8. Muhammad Apud Kusaeri
9. Sri Pulungsari
10. Ahmad Rusli
11. Rizal Darmaputra

JABAR 9 (Subang, Sumedang, Majalengka):
1. Nur Hasan Zaidi
2. Wahyudin Munawir
3. Suhartimah
4. Ayon Prasetyawan
5. Ade Syabul Huda
6. Ike Medyawati
7. Agus Harsanto
8. Tata Nurwita
9. Eulis
10. Dwi Fahrial

JABAR 10 (Kuningan, Banjar, Ciamis):
1. Surahman Hidayat
2. Umung A Sanusi
3. Sri Martini
4. Cahya Zaelani
5. Handi Al Husein
6. Nenen Mulyani
7. Ita Nurwita
8. Dhadi G Drajat

JABAR 11 (Garut, Tasikmalaya):
1. Kemal Stamboel
2. Ade Barkah
3. Sigit Pramono
4. Kokom Komalasari
5. Nasdiyanto
6. Hilman Rosyad
7. Ade Ruhimat
8. Yusi Fitri Mardiah
9. Hermawan
10. Aep Saefullah
11. Azriah Aini
12. Yanti Humairo

JATENG 1 (Kendal, Semarang, Salatiga):
1. Zuber Safawi
2. Bambang Wirahyoso
3. Dini Inayati
4. Handoyo
5. Wahid Hasyim
6. Malichah
7. Nana Sudiana
8. Maria Septrianan
9. Ahmad Irfan
10. Bayu Laksana Henditya

JATENG 2 (Jepara, Kudus, Demak):
1. Abdul Kharis
2. Tolhah Bin Nokin
3. Feni Feristin
4. Imam Nur Aziz
5. Muhith M Ishaq
6. Nurusysyahadah
7. Ahmad Dzakirin
8. Ulis Tofa M Ali

JATENG 3 (Grobogan, Pati, Rembang, Blora):
1. HM Gamari
2. M Najib Subroto
3. Siti Aminah
4. Muqoddam Kholil
5. M Abdul Hamid
6. Anisah Rohimah
7. Ganjar Lestari
8. Nuryati
9. Choiriyah
10. Marsudi Budi Utomo
11. Yuni Setyawati

JATENG 4 (Sragen, Karanganyar, Wonogiri):
1. M Mantri Agoeng
2. Amin Wahyudi
3. Wuryanti
4. Pramono
5. Heri Tomi
6. Dian Savitri
7. Umar Sanusi
8. Nurul Fitri Isfari
9. Lely Firli Rohmani

JATENG 5 (Boyolali, Sukoharjo, Klaten):
1. M Hidayat Nur Wahid
2. Joko Widodo
3. Setiawati Intan Safitri
4. Fadlan Adham Hasyim
5. Haryo Setyoko
6. Ida Trisnawati
7. Hartono Iggi Putro
8. Zaenal Abidin
9. Mujiati
10. Ahmad Supriyanto

JATENG 6 (Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo):
1. Priyatno Edi Kuncoro
2. Budi Santoso
3. Siti Zaenab
4. Saefudin
5. M Syahid
6. Nur Hayati
7. Hertanto Widodo
8. Dardewantara
9. Dartomo M Sidik
10. Dwi Ambarwati

JATENG 7 (Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga):
1. Sugihono
2. Amrullah Ahmad
3. Nur Chasanah
4. Faqih Munandar
5. Dzuroh Eniyati
6. Syamsiyah
7. Ishaq Abdul Azis
8. Tuty Kurniawati

JATENG 8 (Banyumas, Cilacap):
1. Tossy Aryanto
2. Suwarso
3. Arum Nur Aini
4. Pardan Prasetyo
5. Suharto B Wiyono
6. Wiwiek Yuning Prapti
7. Unggul Wibawa Widhayaka
8. Anggoro Wignyo Saputro
9. Darmadi Nugroho Agung
10. Rumanti Agustina

JATENG 9 (Brebes, Tegal):
1. Suswono
2. Abdul Karim Nagib
3. Sri Kusnaeni
4. Ahmad Hanafi
5. Rohmani
6. Muniroh
7. Kuntjoro Pinardi
8. Faisal Amri
9. Nur Pujiasih
10. Fachrudin

JATENG 10 (Pemalang, Batang, Pekalongan):
1. Asrul Sani
2. Ainun Mardiyah
3. Umar Salim
4. Mustaqim
5. Abdul Syukur
6. Siti Rahmah
7. Saptadi Imam Santoso

DIY (Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Yogjakarta):
1. Agus Purnomo
2. Naharus Surur
3. Dwi Kurnia Handayani
4. Bodi Dewantoro
5. RMA Hanafi
6. Dwi Aprilisasi
7. Basuki Abdurrahman
8. Habibah

JATIM 1 (Surabaya, Sidoarjo):
1. Sigit Sosiantomo
2. Suripto
3. Iswiyanti Widyawati
4. M Sodik
5. Syarif Muhtarom
6. Lina Ariani
7. Farid Marzuki
8. Rudi Artono
9. Lisdiyarti
10. Rusli Efendi
11. Ahmad Syukron
12. Dyah Ayu

JATIM 2 (Pasuruan, Probolinggo):
1. M Firdaus
2. Misbakhun
3. Aliyah Attamimi
4. M Badarudin
5. Edi Waskito
6. Siti Marsiyah
7. Zufar Bawazir
8. Imam Joko

JATIM 3 (Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo):
1. Usman Efendi
2. Cung Kusaeri
3. Maryam Laila Musthofa
4. Widodo
5. Warsidiyanto
6. Dwi Hardiyanti
7. Imaduddin Jamil
8. Farida Kurniawati

JATIM 4 (Lumajang, Jember):
1. Agoes Kooshartoro
2. Gunawan
3. Elly Nikmawati
4. Syamsul Bahri
5. Tintin Farida
6. Ridho Kurniawan
7. Hendratno

JATIM 5 (Malang, Batu):
1. Luthfi Hasan Ishaaq
2. Budiyanto
3. Imamah Zuhro
4. Otto Budihardo
5. Juni Farhan
6. Maya Novita
7. Muhamadun

JATIM 6 (Tulungagung, Kediri, Blitar):
1. Amin
2. Nur Azizah Tamhid
3. Junef Ismaliyanto
4. M Hamim
5. Susilo
6. Syamsul Hadi

JATIM 7 (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi):
1. Rofi’ Munawar
2. Navis Murbiyanto
3. Nuzulia
4. Maryudhi Wahyono
5. Abdul Hakim Syafii
6. Retno Damayanti
7. Saiful Wari

JATIM 8 (Jombang, Nganjuk, Madiun, Mojokerto):
1. Memed Sosiawan
2. Ananto Pratikno
3. Zahrul Azhar
4. Indah Sat Rahmaniati
5. Makhsusiati
6. Zulhilmi Asa
7. Nur Aini

JATIM 9 (Bojonegoro, Tuban):
1. Zakaria Sorga
2. Taridi
3. Ningrum Agustina
4. Syamsu Kohar

JATIM 10 (Lamongan, Gresik):
1. Aunurrofiq Sholeh T
2. Ratri Handayani
3. Slamet Wahyudi
4. Turhan Faqih
5. M Azhari Hatim
6. Zuhrotin Niskiyah
7. Ahmad Rofi’ Syamsuri

JATIM 11 (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep):
1. Sapto Waluyo
2. Budi Hermawan
3. Sri Hidayati
4. Tamar Jaya
5. Hikmah
6. Amir Faishol Fath

BALI (Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, Denpasar):
1. Deni Daruri
2. Ismail Lahji
3. Sri Wahyuni Pujiani
4. I Gusti Agung Gde Eka
5. Turmudzi
6. Evi Diana Kusumawati
7. Slamet Sugiono
8. Irianto
9. Juwita Rarasmara
10. Mabni Darsi
11. Yayuk Herawati

NTB (Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, Mataram):
1. Dwi Trijono
2. Fahri Hamzah
3. Istiningsih

NTT 1 (Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Nageko, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya):
1. Sugeng Susilo
2. Zainuddin Paru

NTT 2 (Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Rote Ndao, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan):
1. Sulaiman
2. Muhammad
3. Mailan Sari

KALBAR (Sambas, Bengkayang, Landak, Pontianak, Sanggau, Sekadau, Ketapang, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Kubu Raya, Singkawang):
1. Rahman Amin
2. Abdullah
3. Abdussalam Bambang Mulyono Al Hinduan
4. Ida Jumiati
5. Uray Santi
6. Yacub Muchsin
7. Joni Tanjung
8. Syarifah Helda Al Haddad
9. Arba’in
10. Ruswati
11. Solehah

KALTENG (Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya, Palangkaraya) :
1. Antang Dwi Dasono
2. Endang Hariyanti
3. Ana Indriani
4. M Taufik B Darus

KALSEL 1 (Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan):
1. Aboe Bakar Al Habsyi
2. Musyaffa Ahmad Rahim
3. Syariffah Ramadhana
4. Shabran
5. Bahrani
6. Iis
7. Bardiansyah

KALSEL 2 (Tanah Laut, Kota Baru, Tanah Bumbu, Banjarmasin, Banjar Baru):
1. Nabiel Fuad Al Musawa
2. Badrani
3. Hernawati
4. M Asy’ari
5. M Basyuni
6. Boy Hamidi

KALTIM (Paser, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Berau, Malinau, Bulungan, Nunukan, Penajam Paser Utara, Tana Tidung, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Bontang):
1. Aus Hidayat Nur
2. Achmad Chudori
3. Purwinahyu
4. Satya Graha
5. Herminah Junaid
6. Nur Laili Puspa

SULUT (Bolaang Mongondow, Minahasa, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Siau Tagulandang Biaro, Kotamobagu):
1. Khalilullah Akhmas
2. Najmi Puspasari Marasabessy
3. Muslih Abdul Gani
4. Jefry Johanes Makalegi
5. Ridwan Olili
6. Marina Limbanadi
7. Irawan Damopolii

SULTENG (Banggai Kepulauan, Banggai, Morowali, Poso, Tojo Una-una, Donggala, Toli-Toli, Buol, Parigi Moutong, Palu):
1. Adhyaksa Dault
2. Akbar Zulfakar
3. Rahmawati Ottoluwa
4. Abdul Haris N Baginda
5. Syifa Abd. Rauf Sulaeman
6. Hasan Bastari

SULSEL 1 (Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar):
1. M Anis Matta
2. M Ihsan
3. Ismayati
4. Halim A. Razak
5. Andi Maddusila Andi Ijo
6. Defty Rezkiwati Ande Latief
7. Asmin Amin
8. Tajuddin Noer
9. Sri Handini Chrisagiati
10. Ahmad Maulana Dg Emba

SULSEL 2 (Sinjai Bone Maros, Bulukumba, Pangkajene Kepulauan, Barru, Pare Pare, Soppeng dan Wajo):
1. Tamsil Linrung
2. Cahyadi Takariawan
3. Fadliyah Syamsuddin
4. Mubyl Handaling
5. M Nadjib Bustan
6. Kasma F Amin
7. Andi Baso Abdullah
8. M Nasyit Umar
9. Munarti Ismail Paroki
10. M Yahya Rasyid
11. Muzakkir

SULSEL 3 (Sidenreng Rappang, Enrekang, Luwu, Tanah Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Pinrang, Palopo):
1. Andi Rahmat
2. Muzakkir Arif
3. Irmawati Tahir
4. Bachder Djohan
5. Iskandar Pasadjo
6. Salmiyah
7. Syahrir
8. Niswaty

SULTRA (Buton,Wakatobi, Bombana, Muna, Kendari/Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Buton Utara, Kendari, Bau Bau):
1. Yan Herizal
2. La Mpasa
3. Anaway Irianti
4. Hawaera
5. Suryadi
6. Waode Hasriyanti

GORONTALO (Boalemo, Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara):
1. Habib Fahmi Alaydrus
2. Suprisno Baderan
3. Marleni Limonu
4. Asep Teguh Firmansyah

SULBAR (Mamuju Utara, Mamuju, Mamasa, Polewali Mamasa, Majene):
1. Said Saggaf
2. Tajuddin Usman
3. St. Aisyah Sinring
4. Supriyadi

MALUKU (Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Ambon, Tual):
1. Abdul Aziz Arbi
2. Gamar Wakano
3. Abdurrahman
4. Sumiyati T Marwut
5. Abdurrahman Makatita

MALUT (Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Ternate, Tidore Kepulauan):
1. Kusnandar Prijadi Kusuma
2. Muslim Abdullah
3. Achlana Bahmid

PAPUA BARAT (Fak-fak, Sorong, Manokwari, Kaimanan, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama):
1. Muammar Khadafi Bauw
2. Ade Chalifah M
3. Nurhaya Djafar
4. M Zain Wajo

PAPUA (Merauke, Jaya Wijaya, Jayapura, Nabire, Yapen Waropen, Biak Numfor, Supiori, Puncak Jaya, Mimika, Baven Digul, Mappi, Asmat, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Sarmi, Keerom,Waropen, Mamberamo Raya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Nduga, Lanny Jaya, Puncak, Dogiyai):
1. MK Renwarin
2. Aidil Heryana
3. Erni O Rumbekwan
4. Fahmi Islam Jiwanto
5. Rahadi Mantikno
6. Bekti Nur Ayomi
7. M Muzakkir Aso
8. Tatik Nuryanti
9. Sumini
10. Andi Wahab
11. Hasnah Askari

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Juni 2008-07-20

Tifatul Sembiring
Presiden

Salinan disampaikan kepada:
1. Ketua MS PKS
2. Ketua MPP PKS
3. Ketua DSP PKS
4. CAD PKS

Ada yang punya daftar caleg dari partai lain?

Oleh: pksalas | Juli 24, 2008

Mukernas 2008 PKS

Mukernas PKS di Makassar

Ketua Majelis Syuro PKS Buka Mukernas di Makassar

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera KH Hilmi Aminudin disaksikan Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring, Sekjen Anis Matta serta mantan Presiden PKS yang juga Ketua MPR RI secara resmi membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Hotel Clarion, Makassar Sulawesi Selatan, Senin(21/7). Mukernas kali ini mengambil tema Pemimpin Baru, Harapan Baru untuk Indonesia Baru.

 

Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring saat memberikan arahan Mukernas dan orasi politik di depan 2000 fungsionaris PKS dari seluruh Indonesia. 

Ketua Panitia Mukernas II di Makassar Cahyadi Takariawan memberikan laporan pelaksanaan Mukernas. 

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo didaulat memberikan sambutan. Dirinya mengaku siap memenangkan PKS di Sulsel pada Pemilu 2009 nanti.

Peserta Mukernas yang terdiri dari fungsionaris PKS di DPW dan DPD serta Calon Anggota Dewan pusat memenuhi ruang Ballroom Hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan. 

Pembukaan Mukernas diramaikan dengan tarian anak-anak Makassar.

Selain nasyid, tarian tradiosional remaja Makassar yang memainkan bola takraw meramaikan suasana pembukaan Mukernas.

foto:FA & MDW

 
Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 22/07/2008 Oleh: Mohammad Yusuf

Oleh: pksalas | Juli 19, 2008

Terima Kasih Saudaraku Warga NTB

     
 

 

 

BARU-Terimakasih

 

Oleh: isup | Juli 18, 2008

Yudi: Mars PKS Membuat Saya Merinding

Diskusi Politik PKS

Yudi: Mars PKS Membuat Saya Merinding

“Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu perubahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” kata Yudi Chrisnandi pada acara diskusi politik menjelang Pemilu 2009.

PK-Sejahtera Online: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Yudi Chrisnandi merasa tergetarkan jiwanya saat mendengarkan lagu mars PKS. Yudi mengaku, lirik “kibarkan tinggi panji Allah” membuat bulu kuduknya merinding. Hal tersebut dikatakannya saat diskusi Politik PKS “Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia” di Hotel Kartika Chandra, Rabu(16/7). 

“Saya merinding mendengarnya. Sampai saya catat liriknya, lantangkan suara hati nurani. Ini kan dahsyat,” kata Yudi. 

Yudi menerangkan, sangat sedikit pemimpin bangsa yang mau menyuarakan kebenaran dengan hati nuraninya. Tapi PKS punya platform seperti ini. 

Yudi membahas lagu mars PKS saat memberikan komentar tentang kualitas kader-kader PKS yang belum memiliki presidensial capacity, presidensial group, presidensial character. 

“Kalau PKS memiliki kader-kader terbaik, Alhamdulillah. Tapi kalaupun belum saya rasa PKS memiliki instrumen untuk menemukan itu,” katanya di hadapan peserta diskusi.

Lebih lanjut Yudi mencoba mengartikan lirik lainnya: lahirkan pemimpin yang adil sejati. Menurut politisi Golkar ini, PKS tidak hanya melahirkan pemimpin yang adil, tapi juga jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, bekerja sama, responsive, peduli. “Itu harus menjadi kajian utama,” katanya. 

Kalimat terakhir dalam lagu itu, lanjut Yudi, kibarkan tinggi panji Allah. “Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu peruabahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” katanya. 
Lirik terakhir yang dibahas adalah menciptakan Indonesia penuh berkah. “Ini penuh berkah seperti apa?Apakah kondisi seperti sekarang ini sudah berkah atau belum?” tanya Yudi. Arti keberkahan menurutnya menjadi tantangan buat bangsa Indonesia.

Menurutnya, Indonesia yang penuh berkah itu adalah Indonesia yang mampu mengatasi lima permasalahan utama yaitu kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan dan ketergantungan pada dana asing.

Oleh: pksalas | Juli 17, 2008

Mencari Pemimpin (muda) Indonesia

Pemilu 2009

Mencari Pemimpin (muda) Indonesia

Ketua Fraksi PKS DPR RI sekaligus Ketua Panitia Diskusi Politik menjelang Pemilu 2009 Mahfudz Shiddik berfoto bersama panelis Azwar Anas (PKB), M Qodari(LSI), Ganjar Pranowo(PDIP), Fahri Hamzah(PKS), Yudi Chrisnandi(Golkar) dan Fadjroel Rahman(Pengamat Politik). Acara berlangsung Rabu(16/7) di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto Jakarta.

 

PK-Sejahtera Online:

Tim Nasyid Al Izzah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS dan sempat dibedah oleh panelis dari Partai Golkar Yudi Chrisnandi.

Ketua FPKS DPR RI Mahfudz Shiddik memberikan sambutan. Menurutnya, hingga Pemilu 2009, PKS akan terus menggelar diskusi yang menghadirkan calon-calon pemimpin muda. 

Anggota Fraksi Golkar Yudi Chrisnandi memperhatikan Anggota Fraksi PKS Fahri Hamzah saat memberikan ulasannya mengenai pemimpin muda. Saat ini, kata Fahri, belum ada tokoh muda yang mampu menerobos masa untuk memimpin bangsa Indonesia. 

Para pemimpin partai yang berasal dari kaum muda mendorong agar diberi kesempatan untuk tampil untuk membawa perubahan.  

Diskusi sempat molor hingga satu jam karena para peserta yang datang telat. 

 
Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 16/07/2008 Oleh: Mohammad Yusuf

Oleh: pksalas | Juli 16, 2008

Bajang-Badrul, Gubernur/Wagub NTB Terpilih

Bajang-Badrul, Gubernur/Wagub NTB Terpilih

Mataram (Suara NTB) Pasangan Tuan Guru Bajang KH. M. Zainul Majdi, MA dan Ir. H. Badrul Munir, MM, (BARU) resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013. Keduanya tampil secara meyakinkan sebagai pemenang pilkada dengan keunggulan suara yang signifikan atas tiga pasangan calon lainnya.

Penetapan pemenang Pilkada NTB itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPUD NTB yang digelar di Hotel Grand Legi, Mataram, Senin (14/7) kemarin. Hasil rekapitulasi suara dari sembilan kabupaten/kota di NTB menyatakan pasangan BARU meraup suara 874.976 dari total 2.182.893 suara sah yang terkumpul.

Perolehan suara yang diraih pasangan BARU ini terpaut cukup jauh dengan pasangan Drs. H. L. Serinata dan H. M. Husni Djibril, B.Sc (SERIUS) di urutan kedua yang meraih 576.123 suara.

Di urutan ketiga, ada pasangan Dr. Zaini Arony, M.Pd dan Nurdin Ranggabarani, SH, MH (ZANUR) yang memperoleh 387.875 suara. Sementara, pasangan Ir. Nanang Samodra, KA, M.Sc dan M. Jabir, SH (NAJAR) yang meraih 370.919 suara berada di urutan keempat.

Dengan perolehan suara yang melebihi 30 persen, maka pasangan BARU berhak ditetapkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih untuk lima tahun mendatang.

Keputusan tersebut dituangkan dalam berita acara Rapat Pleno dan Surat Keputusan KPUD NTB nomor 64 tahun 2008 tentang penetapan pasangan calon terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa jabatan 2008-2013, tertanggal 14 Juli 2008 yang ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPUD NTB serta saksi-saksi.

Sayangnya, penetapan pasangan calon terpilih hanya dihadiri oleh dua saksi yaitu Johan Rosihan dari pihak BARU dan Dra. Hj. Wartiah, M.Pd dari pasangan ZANUR. Saksi dari pasangan SERIUS dan NAJAR tak menghadiri rapat pleno tersebut.

Dari hasil penghitungan suara Pilkada NTB, diperoleh adanya 69.210 suara tidak sah. Ditambah dengan suara tidak sah tersebut, total pemilih Pilkada NTB seluruhnya mencapai 2.252.103 pemilih dari 3.004.902 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput mencapai 752.799 atau sekitar 25 persen dari total pemilih di DPT.

Anggota KPUD NTB dari Divisi Pemungutan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu, H. Mahsan, SH, MH, mengaku puas dengan rendahnya angka golput tersebut. Ia menilai, partisipasi pemilih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pilkada di propinsi lain di mana angka golput hampir mendekati setengah dari total pemilih.

Meski sempat dikhawatirkan akan terganggu dengan munculnya aksi penolakan dari pasangan calon lainnya, namun pleno berlangsung lancar sejak dimulai hingga selesainya proses penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih.

Kelancaran dan keamanan penyelenggaraan rapat pleno ini juga ditunjang oleh upaya pengamanan maksimal yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurut Kapolres Mataram, AKBP Drs.Triyono, BP, pihaknya menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Pengamanan tidak hanya menerjunkan ratusan personel, aparat Kepolisian juga melengkapi pengamanan dengan menurunkan kendaraan taktis (rantis) dengan perlengkapan penuh. (pksalas)

Oleh: pksalas | Juli 15, 2008

Update Perolehan Suara Pilkada NTB

REAL Count Pilkada NTB

Copy from DPW PKSNTB

 

  realcount_ntb

Sebuah Ironi – Kader PKS Dipenjara (Ungkap Korupsi Pengadaan Buku Rp 1,6 Miliar)

10-Jul, 2008 in Pernik Dunia Islam, Politik

“Kalau anda mencintai kebenaran, kejujuran, keadilan, kebersihan, dan kesetiaan yang ditunjukkan oleh seorang anggota legislatif daerah yang berani bersuara atas nama rakyat untuk memberantas korupsi, tolong memberikan dukungan moral kepada Pak Ahmad Zarkasi sekarang juga. Kirimkan sms dan memberikan salam, doa dan semangat biar dia tidak merasa sendirian di dalam sel penjara. Biarkan Pak Ahmad Zarkasi merasakan betapa tinggi kepedulian ummat Islam terhadap perjuangannya. Memberitahu dia bahwa perjuangannya untuk membela kebenaran atas nama rakyat tidak sia-sia dan rakyat siap mendukungnya, walaupun hanya sebatas sms dan doa. Insya Allah, pesan singat dari anda akan memberikan dia motivasi untuk tetap semangat dan tidak berputus asa melawan koruptor yang telah merusak bangsa ini.”
*Hp Pak Ahmad Zarkasi : 0811733143 *

Demikian bunyi e-mail yang masuk di mailbox saya sore ini. Walaupun berita ini sudah saya baca sebelumnya, namun saya tidak mem-postingnya ke blog ini. Tapi, setelah membaca e-mail ini saya tergerak untuk mem-posting berita tersebut, mudah-mudahan semua orang membaca dan melihat ada sebuah ketidakadilan dibumi Indonesia ini.

BENGKULU – Ironi terjadi di dunia hukum Bengkulu. Ketua DPRD Kota Bengkulu Ahmad Zarkasi SP yang mengungkap dugaan korupsi proyek pengadaan buku Diknas malah dijebloskan ke penjara.

Hukuman tersebut harus diterima setelah dia dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Atas tindakannya itu, dia divonis bersalah dengan hukuman satu bulan penjara.

Sedangkan laporan korupsi yang disampaikan tidak jelas penyelidikannya. ‘Mengapa bukan kasus korupsinya yang diusut dulu. Jika tidak terbukti, baru pencemaran nama baiknya yang diperiksa,’ sesalnya, sesaat sebelum eksekusi putusan pengadilan atas dirinya kemarin.

Sejak pukul 19.15 Jumat malam lalu, politisi PKS itu resmi menjalani masa hukumannya di Lapas Kelas II A Malabero. Dia ‘diantar’ Kasi Pidum Kejari Bengkulu Fauzi SH dan Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu yang juga menjadi jaksa penuntut umum kasusnya, Agus Irawan.

Selama proses eksekusi tersebut, Zarkasi terlihat tenang dan banyak tersenyum. Dia menyalami puluhan kader PKS yang ikut mengantar ke lapas.

Insiden kecil terjadi saat Zarkasi hendak dinaikkan ke mobil tahanan kejaksaan. Ban kiri depan mobil yang diparkir di depan rumah dinas Zarkasi tiba-tiba meletus. ‘Ini bukan kesengajaan. Mungkin pertanda Zarkasi tidak boleh dieksekusi,’ kata anggota DPRD Kota Bengkulu Irman Sawiran.

Setiba di lapas, puluhan kader PKS menyambut Zarkasi dengan bentangan spanduk. ‘Ketua DPRD mengungkap kasus korupsi Rp 1,6 M justru dipenjara, di mana keadilan itu.’

Sebelum eksekusi, Zarkasi sempat mendatangi kantor kejaksaan sekitar pukul 10.30. Masih dengan berpakaian dinas anggota dewan, dia menemui Fauzi di ruang Kajari Effendi Harahap SH.

Saat itu sebenarnya sudah beredar informasi bahwa eksekusi terhadap Zarkasi segera dilaksanakan. Namun, tembusan putusan MA belum sampai ke PN Bengkulu.

Karena belum ada kejelasan, Zarkasi pun meninggalkan kejaksaan untuk salat Jumat. Dia bahkan sempat menghadiri sebuah acara di GOR Sawah Lebar. Setelah ada kepastian soal putusan MA, kejaksaan pun berniat menjemput Zarkasi di rumah dinasnya sore itu juga.

Sebelum menuju lapas, Zarkasi sempat mengadakan jumpa pers. Sambil memegang Alquran, bapak delapan anak itu mengungkapkan kekecewaannya atas sikap aparat hukum Bengkulu.

Menurut dia, aparat hukum Bengkulu dan juga di Indonesia pada umumnya belum memihak kepada kebenaran. Banyak kasus korupsi yang jelas-jelas merugikan negara tidak tertangani sampai tuntas.

‘Kita sama-sama tahu, belum lama ini terdengar aparat penegak hukum menyidik kasus dugaan korupsi dalam jumlah besar. Namun nyatanya, hingga kini belum ada yang berlanjut ke persidangan. Tersangkanya masih duduk santai di rumah,’ katanya.

Dia menduga, kejadian yang dialami itu adalah bagian dari risiko politik yang harus dihadapi. Itu, tegasnya, tidak akan mengubah sikap dan perjuangannya. ‘Selama menurut saya dan agama saya itu benar, saya akan terus memperjuangkannya. Tidak ada di dalam kamus saya, kapok dalam menegakkan kebenaran,” tandasnya.

Sikap tegas Zarkasi tersebut mendapat dukungan istrinya, Eko Sulistyawati. Perempuan itu sudah siap menghadapi berbagai risiko yang dialami sang suami. Baginya, Zarkasi adalah pejuang bagi keluarga dan warga Kota Bengkulu.

Demikian juga dengan anak pertama mereka, Roidah, yang masih menempuh pendidikan di SMP. Dia mengaku tidak malu ayahnya dipenjara. ‘Kenapa malu? Bapak kan enggak korupsi,” katanya.

Kasus tersebut berawal ketika Zarkasi masih menjadi anggota DPRD Kota Bengkulu 2002 lalu. Dia mengkritisi anggaran ganda dalam pengadaan buku Diknas Pemkot Bengkulu.

Merasa tersinggung, Wali Kota Chalik melaporkan Zarkasi ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Kejaksaan ternyata lebih memperhatikan laporan Chalik daripada laporan Zarkasi.

Kasus pencemaran nama baik pun diproses terlebih dahulu, sementara dugaan korupsi diabaikan. Meski belakangan BPK menjelaskan ada dugaan penyimpangan dana dalam proyek tersebut sebesar Rp 1,5 miliar.

Dalam sidang pertama di PN Bengkulu 2006 lalu, Zarkasi divonis lima bulan penjara. Pengadilan tinggi menerima banding Zarkasi dan mengurangi hukumannya menjadi satu bulan.

Masih tidak terima, Zarkasi pun mengajukan kasasi ke MA. Hasilnya, MA memperkuat putusan PT Bengkulu. Eksekusi pun dilakukan Jumat malam lalu. Soal dugaan korupsi? Tidak ada kejelasan penyidikannya meski BPK sudah menengarai adanya kemungkinan tersebut. (lid/jpnn/ruk)
Sumber: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=8933

Oleh: isup | Juli 11, 2008

Aplikasi Syahadat Dalam Kehidupan

Aplikasi Syahadat Dalam Kehidupan

 

“Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Attaubah: 16).

 

Beranjak dari kandungan ayat di atas, mari kita coba telusuri realitas sejarah kondisi umat Islam saat ini, khususnya mentalitas dan sepak terjang para kader dakwah di Tanah air, terutama dalam menyikapi dan meyakini makna syahadat. Dengan kata lain, sejauhmana seorang muslim mampu mengaplikasikan makna dua kalimat syahadat dalam hidup dan kehidupannya.
 
Kita tahu, ucapan syahadat memang sangat mahal, sebab punya resiko yang sangat tinggi. Pernyataan (syahadat) tersebut punya makna yang tidak sederhana, pengakuan sekaligus pembatalan, menyangkut sesuatu yang sangat mendasar dan prinsipil dalam hidup dan kehidupan seorang muslim. Berbarengan dengan itu, harus ada kesiapan dan konsekwen dengan segala tuntutan yang mengiringinya. Persoalannya, dengan pernyataan itu, sekaligus berarti kita turut mendaftarkan diri untuk mendapat “kavling surga” di akhirat kelak.
 
Tentu tidak sedikit persyaratan yang mesti dipenuhi oleh seorang mukmin, sebagai konsekwensi syahadat. Disamping harus mampu mengaplikasikan syariat dalam batasan rukun iman dan islam, ia juga dituntut untuk selalu menegakkan keadilan dalam segala kondisi, baik keadilan dalam kontek ilahiyah maupun basyariah, seperti memperjuangkan rakyat kecil yang sering tertindas dan tercampakkan hak-hak kemanusiaannya. Tak terkecuali, memperjuangkan nasib para TKI yang sering jadi sapi perahan semua pihak, dari calo sampai majikan.
 
Mari sejenak kita tengok suri tauladan Nabi saw. dan para sahabatnya dalam menegakkan keadilan. Sawad ibn Gazyah adalah salah seorang sahabat yang pernah terkena pukulan Nabi saw. di saat perang Badar. Waktu Nabi saw. sedang meluruskan barisan, tiba-tiba Sawad maju ke depan (tidak lurus dengan barisan). Lalu Nabi saw. memukul perutnya dengan anak panah, “Lurus dalam barisan, hai Sawad!” Sawad memprotes, “Ya Rasulallah, Anda telah menyakitiku, padahal Allah telah mengutusmu dengan kebenaran dan keadilan. Aku tidak terima. Aku ingin menuntut qishas.” Para sahabat yang lain berteriak, “Hai Sawad, engkau mau menuntut balas dari Rasulullah?” Mendengar tuntutan Sawad, Nabi saw. menyingkap perutnya, “Balaslah!” (lihat : “Islam Aktual,”).
 
Sampai sedemikian Nabi saw. menyikapi arti sebuah keadilan. Dan ciri khas sosok mujahid dakwah seperti yang Nabi saw. miliki dan para sahabatnya ikuti adalah semangat pengabdian mereka yang luar biasa terhadap umat. Sampai ketika beliau mendekati ajal, yang pertama kali beliau khawatirkan adalah keadaan umatnya, “ummati…, ummati…,” bukan menghawatirkan bagaimana istri dan anak-anaknya, apalagi mengkhawatirkan harta peninggalannya.
 
Terkait dengan begitu mulianya pengabdian dan perjuangan membela rakyat kecil dan tertindas, Ahamad Wahib pernah berkomentar, “Seandainya hanya tangan kiri nabi Muhammad saw. yang memegang al-Hadits, sedang tangan kanannya tidak memegang wahyu Allah (al-Qur’an) maka dengan tegas aku katakan, Karl Mark dan Frederik Angels lebih hebat dari utusan Allah itu. Otak dan pengabdian –kepada rakyak tertindas– kedua orang itu yang luar biasa, akan meyakinkan setiap orang bahwa kedua orang besar itu adalah penghuni surga tingkat pertama, berkumpul dengan para nabi dan syuhada. (lihat: “Pergolakan Pemikiran Islam”, catatan harian Ahmad Wahib)
 
Pemikiran yang cukup kontroversial ini jangan kita maknakan sebagai suatu kesimpulan final bahwa kedua tokoh sosialis itu akan masuk surga (sebab menurut keyakinan kita, bagaimanapun hebatnya seseorang, selagi tidak beriman, ia tidak akan masuk surga). Apalagi Ahmad Wahib cuma bicara dalam kontek ”seandainya”. Titik tekan yang dikehendaki di sini adalah betapa mulianya kedudukan seseorang yang hidup dan kehidupanya semua dicurahkan untuk pengabdian kepada umat, terutama pengabdian untuk masyarakat miskin, bodoh, dan tertindas. Semangat pengambdian seperti inilah yang perlu dimiliki para kader dakwah.
 
Sikap lain yang mesti dimiliki para kader dakwah adalah sikap gentleman, berani berbuat (progresif) dan berani bertanggung jawab (siap mengahdapi resiko dakwah). Lebih lanjut Ahmad Wahib berkomentar, “Pada saat ini, terlihat banyak sikap mental (masyarakat Indonesia) yang mengalami degradasi, termasuk dalam sikap mental bertanggung jawab. Beberapa orang pada mulanya kelihatan sangat potensial untuk berwatak penuh tanggung jawab, ternyata kemudian menjadi pelempar tanggung jawab. Kalau terus dibiarkan, kata Ahmad wahid, bangsa Indonesia akan menjadi society of responsibility shifters. Karena itu, di kalangan anak muda Indonesia harus tampil beberapa orang yang berani melawannya dan menegakkan masyarakat yang bertanggung jawab.
 
Sejarah Islam pernah mencatat nama besar seorang mujahid dakwah yang dengan tegas dan berani mengambil sikap penuh resiko, sekalipun kesempatan untuk mendapatkan “keselamatan” terbuka lebar-lebar untuknya. Namun karena apa yang telah beliau lakukan adalah suatu kebenaran dan mesti diperjuangkan maka beliau berani mengatakan “ya”, ketika hati nuraninya mengatakan demikian. Dialah Syiekh al-Badawi, ulama pejuang dari India (sebelum pecah menjadi India-Pakistan) yang pernah dituduh turut mengambil bagian dalam pemberotakan melawan penjajah Inggris tahun 1859. Waktu itu, beliau dihadapkan ke muka pengadilan untuk diadili (apakah beliau benar terlibat atau tidak). Kebetulan saat itu hakim yang mengadilinya adalah bekas murid beliau sendiri. Di saat-saat genting keputusan akan dibacakan, hakim tadi sempat memberi pesan melalui sahabatnya, agar beliau mengingkari tuduhan itu, supaya beliau bisa dibebaskan oleh hakim pengadilan. Akan tetapi al-Badawi menolak tawaran itu, dan dengan tegas beliau berkata, “Bagaimana aku mengingkari tuduhan itu, padahal aku turut memberontak?”
 
Dengan demikian terpaksa hakim menjatuhkan vonis hukuman mati. Ketika beliau diseret ke tiang gantungan, hakim (bekas muridnya) itu mendekat dan menangis, sambil berkata kepada gurunya, “Andaikata pada saat yang penting ini Tuan cukup mengatakan di muka pengadilan bahwa tuduhan (ikut pemberontakan) itu dusta dan tidak terlibat dalam pemberontakan, niscaya aku akan membebaskan Tuan dari hukuman mati.” Dengan satria al-Badawi menjawab, “Apakah kamu hendak menghapus amal selama ini dengan berkata dusta? Kalau demikian maksudmu, rugilah aku. Sesungguhnya aku turut dalam pemberontakan itu, dan lakukanlah apa yang kamu kehendaki.” Akhirnya sang guru dinaikkan ke tiang gantungan (lihat, Abu Hasan an-Nadawi dalam buku (terj) “Apa Derita Dunia Bila Islam Mundur,” 1983)
 
Dalam peristiwa lain, sejarah Islam pernah mencatat seorang kader dakwah (berusia muda) yang gagah berani siap mengorbankan jiwanya demi mempertahankan ukhuwah Islamiyah, yakni ketika ia berusaha menahan pertumpahan darah untuk menuju perdamaian antara pasukan Ali bin abi Thalib ra. dengan pasukan Aisyah ra. yang dalam sejarah dikenal dengan peristiwa Perang Jamal.
 
Ketika itu, kedua pasukan sudah mendekat, untuk terakhir kalinya, Ali megirim Abdullah bin Abbas ra. menemui pasukan pembangkang, mengajak bersatu kembali dan tidak saling menumpahkan darah. Ketika usaha ini pun gagal, Ali ra. berbicara di hadapan para sahabatnya, sambil mengangkat mushaf al-Qur’an di tangan kanannya, “Siapa di antara kalian yang bersedia membawa mushaf ini ke tengah-tengah pasukan musuh. Sampaikan pesan perdamaian atas nama al-Qur’an. Jika tangannya terpotong, peganglah al-Qur’an ini dengan tangan yang lain. Jika tangan itu pun terpotong, gigitlah dengan gigi-giginya sampai terbunuh.”
 
Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya. Karena usianya masih terlalu muda, mula-mula Ali ra. tidak menghiraukannya. Lalu ia menawarkan kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Namun tak seorang pun menjawab. Akhirnya Ali ra. memberikan al-Qur’an itu kepada anak muda tadi. “Bawalah al-Qur’an ini ke tengah-tengah mereka. Katakan kepada mereka, “Al-Qur’an berada di tengah-tengah kita. Demi Allah, janganlah kalian menumpahkan darah kami dan darah kalian.”
 
Tanpa rasa gentar dan dengan penuh keberanian, pemuda tadi berdiri di depan barisan pasukan Aisyah ra. Dia mengangkat al-Qur’an dengan kedua tangannya, mengajak mereka untuk memelihara ukhuwah. Teriakannya tidak didengar. Malah dia disambut dengan tebasan pedang. Tangan kanannya terputus. Lalu ia mengambil mushaf dengan tangan kirinya, sambil tidak henti-hentinya menyerukan perdamaian. Untuk kedua kalinya tangannya ditebas. Dia mengambil mushaf dengan gigi-giginya, sementara tubuhnya sudah bersimbah darah. Sorot matanya masih menyerukan perdamaian dan mengajak mereka untuk memelihara darah kaum muslimin. Akhirnya orang pun menebas lehernya.
 
Inna lillaahi wa innaa ilai raaji’uun. Pejuang perdamaian itu roboh. Orang-orang membawanya ke hadapan Ali bin Abi Thalib ra. Ali mengucapkan do’a untuknya, sementara airmatanya membasahi wajahnya. “Sampai juga kita harus memerangi mereka.” Demikian Ali mengambil keputusan. (lihat: ”Islam Aktual”)
 
Dua catatan sejarah yang digoreskan dengan tinta emas oleh al-Badawi dan pemuda Kufah tadi dapat kita pahami sebagai suatu bukti adanya kekuatan supra humanis yang dimiliki seseorang ketika dirinya mengerti bahwa keyakinan akan suatu kebenaran syahadat mampu membebaskan seseorang dari ketergantungan diri terhadap selain Allah. Mentalitas seperti ini hanya bisa dimiliki kader dakwah yang dalam hidup dan kehidapannya memegang teguh lima (5) prinsip kehidupan seorang muslim sejati, yaitu mengakui dan meyakini : 1) Allah adalah Rabb-nya, 2) Muhammad adalah utusan-Nya, 3) Al-Qur’an adalah pedoman hidupnya, 4) Jihad adalah amal perbuatannya, dan 5) Mati sebagai syuhada adalah cita-citanya.
 
Bila setiap kader dakwah berpegang teguh dengan lima prinsip di atas, insya Allah ia akan mampu menghadapi segala ujian iman, sehingga Allah akan mengetahui, apakah ia benar-benar menjadi orang yang beriman seperti yang disinggung dalam QS. at’Taubah:16, atau tidak. Oleh karena itu, mari kita coba evalusi kembali kualitas syahadat kita. Selanjutnya, apakah lima prinsip kehidupan tadi sudah kita miliki atau belum? Wallahu a’lam.
Oleh: isup | Juli 11, 2008

Mengistimewakan Setiap Anak

Baiti Jannati
Mengistimewakan Setiap Anak

 

 

Adalah sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan menarik di setiap akhir tahun ajaran. Bersamaan dengan pembagian buku laporan pendidikan para siswanya, TK dan Kelompok Bermain inipun membagikan tanda prestasi khusus atas kelebihan yang dimiliki anak.      Tanda penghargaan berupa sebuah piagam cantik ini berisikan pujian atas salah satu jenis kemampuan teristimewa yang dimiliki anak. Uniknya, semua siswa berhak memperolehnya. Karena ternyata dengan pemantauan yang teliti, selalu bisa ditemukan setidaknya satu kelebihan yang ada pada diri anak. Tentu saja, jenis prestasi khusus ini menjadi begitu banyak ragamnya. Ada siswa dengan prestasi pandai mengaji, pandai menari, menyanyi, bercerita, dan sejenisnya yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Ada pula yang meraih prestasi dalam bidang akhlaq dan sosialisasi seperti anak yang paling pemberani, menyayangi teman, kreatif, kritis, suka menolong, imajinatif, hingga yang cinta lingkungan. Hebatnya, ternyata para guru hampir tak pernah kesulitan untuk membagikan tanda prestasi ini, karena selalu bisa menemukan kelebihan pada diri tiap anak. Ya, bahkan pada diri anak yang dianggap paling ‘parah’ perkembangannya sekalipun!  

Temukan keunikannya     

Sungguh Allah Maha Adil, yang telah menciptakan setiap umat manusia sama dan sederajat di hadapan-Nya. Setiap ada kelebihan, pasti ada kekurangan. Dan di mana ada kelemahan, pasti di sana pun ada keistimewaan. Tak mungkin ada anak yang padanya tertumpuk begitu banyak kelebihan sementara anak yangg lain menjadi begitu buruknya. Kalaupun ini terjadi, adalah kesalahan didik orang tua yang menyebabkannya. Akan sangat bermanfaat jika orang tua bisa sesegera mungkin menemukan keunikan dan kelebihan pada diri masing-masing putra-putrinya. Jika perlu, kerja sama dengan guru-guru di sekolah pun bisa dilakukan. Jika orang tua telah berhasil menemukannya, maka tindak lanjut yang bisa dilakukan adalah seperti berikut.  

1. Beri Pengakuan      Orang tua tahu kelebihan anak namun tak pernah mengungkapkannya kepada mereka, sama saja bohong! Pengakuan harus diberikan secara nyata, supaya anak-anak tahu dan merasakannya. Pemberian piagam prestasi yang kemudian digantung di dinding kamar anak adalah satu contoh nyata pengakuan tersebut. Ini akan sangat bermanfaat untuk menignkatkan rasa percaya diri mereka. Bentuknya tidak harus secara formal seperti piagam prestasi dari sekolah, namun bisa orang tua berkreasi sendiri. Melalui komunikasi verbal, sampaikan kepada mereka pujian-pujian terhadap prestasi khusus itu. Dengan ungkapan non-verbal pun bisa dilakukan, dengan menghadiahkan senyuman, peluk dan cium, manakala anak menampakkan kelebihannya.  

2. Kembangkan dari sini      Dengan mengetahui kelebihan masing-masing anak, orang tua akan menjadi lebih mudah untuk mengarahkan dan mengembangkannya. Pada dasarnya kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak dapat dipilah-pilah menjadi beberapa jenis kemampuan, yaitu bidang bahasa, kognisi, ketrampilan, jasmani dan sosial. Berikan fasilitas dan sarana penunjang untuk mengembangkan kelebihan anak sesuai bidangnya. Bimbing mereka untuk menentukan arah bagi cita-citanya kelak, agar tetap segaris dengan bakat mereka itu.  

3. Tak perlu membandingkan      Karena setiap anak unik dengan kelebihannya masing-masing maka jangan sekali-kali membuatkan standar yang sama untuk mereka. Bisa jadi si sulung pandai dalam bidang pelajaran-pelajaran di sekolah, sementara adiknya cenderung pandai menggambar, sementara si bungsu benar-benar tak menguasai pelajaran-pelajaran sekolah kecuali bidang olah raga. Biarkan anak berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing. Orang tua harus membuang ambisi pribadinya untuk memiliki anak yang pandai dalam matematika, ataukah fisika dan kimia, jika ternyata mereka tak mampu dan tak mau!

Setiap anak adalah ranking 1

     Kita perlu berhati-hati dengan jebakan peringkat rangking di sekolah, yang umumnya hanya menilai aspek kognisi anak. Nilai rapor seperti ini jangan disamaartikan dengan ‘nilai’ diri anak. Masih terlalu banyak nilai-nilai lain yang tak tercantum di sini, seperti nilai sisi sosial, emosi dan akhlaq anak. Dan yang terpenting, sampaikan kepada anak bahwa mereka menempati ranking satu di bidang kelebihan mereka masing-masing. Tentunya tanpa menumbuhkan persepsi bahwa prestasi di sekolah itu tidak penting.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.